Paket Pelatihan Diversifikasi Produk Bawang Merah Training Center Produksi Pangan

Salah satu kegiatan Training Center Produksi Pangan adalah jasa pelatihan bagi masyarakat yang memiliki kebutuhan pada pengolahan pangan. Training Center Produksi Pangan memberikan paket pelatihan yang terjangkau dan sangat aplikatif bagi usaha kecil dan menengah. Beberapa kegiataan kemitraan telah dilakukan oleh Program Studi Teknologi Pertanian seperti kerjasama pengolahan rumput laut dan beberapa olahan produk pertanian. Kegiatan tersebut akan dilanjutkan pada program Training Center Produksi Pangan agar lebih terorganisir sebagai unit usaha pada Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar. Adanya Training Center Produksi Pangan yang memiliki unit usaha dan kerjasama sangat memungkinkan bidang kerjasama pada tingkat fakultas bahkan universitas lebih berkembang. Jasa konsultan juga merupakan bentuk kemitraan pada program Training Center Produksi Pangan. Kerjasama yang dilakukan yaitu kerjasama dengan pihak swasta dan atau pemerintah dalam melatih usaha kecil menengah. 

Salah satu produk olahan yang dapat dibuat dalam upaya pemberian nilai tambah hasil pertanian di Kabupaten Enrekang adalah Produk Bawang Goreng Khas Enrekang.  Pembuatan bawang goreng yang berkualitas tentu membutuhkan teknologi yang tepat selama proses pengolahannya. Berbagai hasil riset produk bawang goreng dapat dikembangkan dalam bentuk pelatihan kepada masyarakat dengan mengaplikasikan teknologi yang telah ada saat ini.

Dalam pengolahan bawang merah menjadi bawang merah goreng yang berkualitas agar digemari konsumen maka melalui tahapan proses yaitu:

  1. Pencucian dan pengupasan kulit luar
  2. Perajangan/pengirisan/pemotongan tipis-tipis
  3. Pencampuran irisan bawang merah dengan bumbu
  4. Penggorengan hasi rajangan
  5. Penirisan minyak
  6. Pengemasan

Upaya tersebut didukung oleh fasilitas pengolahan yang telah dimiliki oleh Fakults Teknik Universitas Negeri Makassar antara lain:

1. Mesin Pencuci Bawang Merah

Untuk mengupas bawang merah umumnya menggunakan sistem manual, dan itu memerlukan waktu yang lama prosesnya. Karena itu untuk memudahkan dalam proses pengupasan bawang merah Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar memberikan dengan memperkenalkan mesin pengupas bawang merah. Mesin ini beroperasi dengan sistem rotari yang digerakkan oleh motor, kemudia bawang yang berputar bersentuhan dengan karet-karet pelapas kulit ari bawang dan dipermudah pelepasannya menggunakan air. Tingkat randemen kulit ari bawang yang terkelupas mencapai 80-90%. Hal ini sangat membantu mempermudah pengelupasan kulit ari secara cepat.

Gambar 1. Mesin pengupas bawang merah

2. Mesin Pengiris Bawang Merah

Tahap kedua dalam proses pengolahan bawang merah goreng yaitu perajangan/ pengirisan/pemotongan bawang menjadi tipis-tipis menggunakan mesin. Kelebihan mesin perajangan/pengirisan/pemotongan bawang merah yaitu:

  1. Pemakaian dan perawatan mudah
  2. Pisau dan cover terbuat dari stainless steel
  3. Ketebalan irissan bisa diatur sesuai kebutuhan
  4. Serbaguna bisa untuk merajang produk lain sejenis

Gambar 2. Mesin pengiris bawang merah

3. Mesin Pencampur Bumbu

Mesin pencampur bumbu dilengkapi dengan sirip. Sirip tersebut digunakan untuk memudahkan proses pencampuran bumbu dengan mudah merata dan homogen. Kegunaan sirip diperlukan ketika pencampuran irisan bawang dengan bumbu.

Gambar 3. Mesin pencampur bumbu bawang merah

4. Penggoreng Tekanan Hampa Udara (Vacuum Frying)

Mesin vacuum frying atau mesin penggoreng hampa udara adalah mesin untuk membuat bawang goreng, selain itu mesin ini dapat digunakan untuk membuat aneka keripik buah dan sayuran dengan sistem vakum. Dengan menggunakan mesin ini, maka dapat diperoleh bawang merah goreng yang berkualitas.

Gambar 4. Penggoreng vacuum untuk menggoreng bawang agar menjadi bawang goreng yang renyah

Mesin vacuum frying ini dapat mengolah sebanyak 10 kg bawang goreng jadi, sehingga mesin ini dapat memproduksi bawang goreng dalam jumlah besar pada waktu yang singkat. Energi yang digunakan untuk mengolah bawang goreng dengan mesin ini juga sangat hemat karena hanya menggunkan kompor gas dan mudah mengoperasikannya. Produk bawang goreng tetap memiliki nilai gizi yang baik dan tidak akan merusak kandungan vitamin dalam produk karena digoreng pada suhu minyak yang rendah.

5. Mesin Spinner

Mesin spinner berfungsi mengurangi kadar minyak pada bawang merah goreng, mengakibatkan bawang merah goreng menjadi kering, sehingga jika dimakan teksturnya menjadi renyah.

Fungsi mesin:

  1. Meniriskan minyak produk yang digoreng (deoil), sehingga lebih renyah, rendah minyak dan lebih nikmat.
  2. Meniriskan sayur atau semacamnya dari air (dewater), misalnya pada pencucian bawang agar cepat kering.

Gambar 5. Mesin spinner

Manfaat mesin:

  1. Kandungan minyak goreng pada bawang merah goreng bisa berkurang segnifikan.
  2. Bawang merah goreng menjadi lebih hiegienis. Karena bisa mengurangi kandungan lemak/kolesterol.
  3. Makanan lebih renyah/nikmat.
  4. Bisa digunakan juga untuk mengurangi kadar air produk.

Keunggulan :

  1. Menghilangkan/mengurangi kandungan minyak goreng pada makanan hanya dalam waktu sekitar 20 detik.
  2. Mudah dioperasikan, hanya tinggal tekan tombol “ON”.
  3. Daya listrik kecil.
  4. Model dan desain simpel menarik.
  5. Teruji dan telah banyak dipakai industri makanan di seluruh wilayah Nusantara.

6. Pengemasan

Mesin sealer biasanya banyak di gunakan untuk menyegel kemasan pada kemasana plastik dan aluminium foil dan plastik. Mesin ini peranannya sangat besar pada makanan yang digoreng dalam kemasan, hampir semua industri makanan kemas yang  berskala menengah menggunakan mesin ini. Sebab dipilihnya para industri makanan dalam menggunakan alat ini karena tingkat sealing atau penyegelannya sangat rapat dan rapi.

Gambar 6. Mesin Sealer

7. Produk Bawang Merah pada Berbagai Kemasan

 

8. Biaya Pelatihan

Adapun penawaran Training Center Produksi Pangan bagi calon peserta pelatihan/mitra bidang produk olahan bawang merah yaitu:

No Jenis Biaya Jumlah
1 Registrasi peserta pelatihan Rp.      1.000.000
2 Modul Rp.      2.000.000
3 Jasa Pelatihan selama 5 hari  
  ·         Pembuatan Produk olahan bawang goreng Rp.      5.000.000
  ·         Manajemen produksi dan Pengembangan usaha seperti pengemasan Rp.      5.000.000
  ·         Pemasaran Rp.      2.000.000
4 Program pendampingan UKM  
  ·         Jasa instruktur selama usaha berjalan Rp.   10.000.000
5 Konsumsi peserta Rp.     5.000.000
TOTAL Rp.   30.000.000

Ket; maksimal peserta sebanyak 20 orang selama max 5 hari